Penyebab dan Cara Mengatasi Permukaan Roti Yang Keriput Setelah keluar Dari Oven

Tips Mengatasi Permukaan Roti Keriput

Membuat roti yang mengembang sempurna, memang sangat menyenangkan hati. Tapi siapa sangka kalau kenyataan berbalik arah hahaha..

Itu pengalaman saya.

Namun, pernahkah Anda melihat permukaan roti yang berkeriput setelah dikeluarkan dari oven? Bagi para pembuat roti tentu saja hal ini sangat menjengkelkan setelah berlama-lama dengan adonan roti dan akhirnya mendapatkan penampilan roti yang tidak sempurna.

Hal ini menjadi pengalaman saya dan mungkin juga sebagian orang lain ketika awal membuat roti.

Ternyata untuk mencegah roti keriput, saya ada tipnya termasuk cara mencegah roti tawar patah pinggang / berpinggang setelah dikeluarkan dari loyang cetakan roti tawar. Berdasarkan pengalaman saya ya kawan...

Nahh..berikut tips dan trik bagaimana cara agar roti yang diproduksi memiliki penampilan sempurna.

1. Terlalu Banyak Gelembung Udara Dalam Adonan

Gelembung udara akan terjadi ketika adonan roti dalam masa fermentasi. Saat membentuk adonan roti, pastikan dahulu gelembung udara itu hilang dengan cara di tekan atau dipipihkan terlebih dahulu, kemudian baru dibentuk sesuai selera. Sehingga adonan yang sudah dicetak menjadi kokoh dan permukaan roti tidak akan keriput setelah keluar dari oven.

2. Waktu Pemanggangan Belum Matang Secara Sempurna

Lihat dulu apakah roti sudah benar-benar matang sebelum dikeluarkan dari oven. Karena roti yang belum matang sempurna bisa menyebabkan permukaan atau kulit roti menjadi keriput, karena masih banyak mengandung air.

3. Adonan Terlalu Lembek atau Lunak

Adonan yang terlalu lembek sudah tentu kandungan airnya cukup tinggi,ini juga yang menyebabkan permukaan roti menjadi keriput. Selain itu, adonan yang terlalu lembek juga tidak akan menghasilkan penampilan roti yang sempurna, kecuali untuk jenis roti yang menggunakan cetakan atau papercup.

4. Pemolesan Roti

Bagi sebagian orang ada yang mengoleskan susu cair atau kuning telur setelah adonan mengembang sempurna sesaat sebelum adonan dipanggang. Sebenarnya cara ini salah,karena adonan yang telah mengembang sempurna mudah kempis atau keriput jika terkena sentuhan kuas, tangan, taburan / topping roti bahkan jika terjadi guncangan saat mengambil loyang yang sudah terisi adonan roti. Alangkah baiknya jika waktu memoles roti sekitar 20–30 menit setelah roti selesai dicetak.

5. Olesan Loyang Terlalu Tebal

Mengoleskan mentega pada dinding dalam loyang sangat penting. Karena untuk mencegah adonan menempel di permukaan loyang dan ketika roti matang lebih mudah untuk dikeluarkan dari cetakan atau loyang. Saran saya cukup oles loyang secara tipis dan rata saja. Jika terlalu tebal, maka roti akan mengkerut saat dipanggang karena roti terlepas dari dinding loyang sebelum matang secara sempurna dan kalau untuk roti tawar akan terjadi patah pinggang.


6 Loyang Tidak Dihentakkan

Ketika membuat roti tawar atau roti sobek ada trik tersendiri agar roti yang dihasilkan tidak keriput. Caranya ketika roti tawar atau sobek keluar dari oven perlu Dihentakkan perlahan supaya udara masuk ke bagian dasar loyang serta dapat membantu proses pendinginan roti. Setelah itu, tunggu roti agak dingin baru dikeluarkan dari cetakan. Cara ini bisa menghasilkan roti tawar yang kokoh. 


Demikian tips agar roti tidak keriput.



Comments